Categories
Uncategorized

Mengenal Gempa Bumi Berdasarkan Proses Terjadinya

Indonesia merupakan negara yang dikelilingi ring of fire (cincin api pasifik), sebuah jalur gempa teraktif. Selain itu, Indonesia juga terletak di titik bertemunya lempeng utama dunia, yakni Indoaustralia, Eurasia, dan Pasifik. Kedua kondisi tersebutlah yang membuat Indonesia rawan mengalami gempa bumi. Seperti yang sudah diketahui, gempa bumi merupakan getaran pada permukaan bumi akibat pelepasan energi tiba-tiba yang menimbulkan gelombang seismik. Agar kita semakin memahami perihal gempa bumi, Infoana akan membahas jenis-jenisnya.

https://infoana.com/

Kuat tidaknya gempa bumi dipengaruhi oleh besarnya tekanan yang terjadi akibat pergeseran lempeng. Tekanan tersebut diukur dengan seismometer. Sedangkan kekuatan gempa bumi dihitung dalam skala Richter (berdasarkan Observatorium Seismologi Nasional) dan skala Moment Magnitudo untuk seluruh gempa bumi di dunia. Melansir dari berbagai sumber, Infoana akan menjabarkan penjelasan mengenai tiga jenis gempa bumi berdasarkan proses terjadinya.

  • Gempa tektonik

Gempa tektonik merupakan gempa yang terjadi karena adanya pergeseran kerak bumi. Pergeseran yang terjadi di sepanjang patahan akan menimbulkan getaran sekaligus goncangan. Kemudian getaran tersebut merambat melalui material penyusun bumi dan menyebar ke segala arah. Gempa tektonik termasuk gempa terdahsyat dan paling sering terjadi. Kurang lebih 93% gempa yang terjadi di dunia merupakan gempa tektonik.

  • Gempa vulkanik

Gempa vulkanik merupakan getaran yang muncul karena adanya aktivitas gunung berapi, baik sebelum, sesudah, maupun selama letusan. Saat peristiwa vulkanisme terjadi, magma dan batuan dalam gunung berapi bergeser keluar dan menimbulkan getaran. Getaran kemudian merambat melalui kerak bumi. Gempa vulkanik juga merupakan indikasi aktivitas gunung berapi.

Gempa vulkanik terjadi karena getaran di sekitar gunung berapi akibat keluarnya material berupa batuan, gas, dan cairan. Pada umumnya gempa vulkanik hanya memengaruhi wilayah sekitar gunung saja dan dampaknya pun tidak terlalu besar. Sejauh ini hanya 7% dari seluruh gempa dunia yang terjadi karena peristiwa vulkanisme.

  • Gempa batuan

Gempa batuan disebut juga gempa bumi runtuhan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Pemicu terjadinya gempa batuan, antara lain peledakan batuan di penambangan, terowongan, dan pegunungan kapur. Aktivitas tersebut meninggalkan rongga bawah tanah sehingga menyebabkan keruntuhan atau keretakan tanah. Dampak gempa ini relatif kecil dengan radius yang hanya mencapai 100 meter.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis gempa berdasarkan faktor pemicu dan proses terjadinya. Kunjungi Infoana untuk membaca beragam artikel edukatif lainnya.